Sangat kontras dengan pahanya yang berwarna gading.Aku merinding. Tapi ia menepis tanganku.“Hanya lidah, Jhony! Bokep cina Ooh.. Dan ketika bibirku mulai mengulum rambut-rambut ikal yang menyembul dari balik G-stringnya, tiba-tiba Mbak Lia mendorong kepalaku.Aku tertegun. Kucium lipatan di belakang lututnya. Sambil melepaskan sepatu itu. Setelah menghempaskan pinggulnya di atas dingklik kerjanya yang besar dan empuk itu, Mbak Lia tersenyum. Paha kanannya sudah tidak melilit leherku. Hisap Jhony!”Aku tak tahu apakah rintihan Mbak Lia sanggup terdengar dari luar ruang kerjanya. Ia tersenyum menatap hidungku yang telah licin dan basah.“Enak kan?” sambungnya sambil membelai ujung hidungku.“Segar!” Mbak Lia tertawa kecil.“Kau cerdik memanjakanku, Jhony. Sebagai atasan baru, ia sering memanggilku ke ruang kerjanya untuk menjelaskan overbudget yang terjadi pada bulan sebelumnya, atau untuk menjelaskan laporan mingguan yang kubuat.




















