hehehehe” seingatku kira-kira begitulah katanya sewaktu pertama kali melihatku setelah beberapa tahun tdk berjumpa. Bokepindo Aq berdiri sebentar, melepaskan semua pakaianku.Bengong dia melihat k0ntolku yg 18 cm itu. Setelah merasa jalan masuk cukup licin aq pun mengambil ancang-ancang, kugesek-gesekkan dulu kepala k0ntolku di sekitar anusnya.“Yahh.. Jujur aja, pemikiranku lebih condong kepada pemkiran-pemikiran Timur, mungkin karena didikan dri mamaq yg terlalu keras. “Sudah sering beginian yah kamu Edo?” tanyanya heran juga melihat aq begitu mantap.“Ehh… nggak kok… baru sekali Tante”, nafasku sudah memburu, kata-kata pun sudah sulit kuucapkan dengan tenang.Kulihat nafas Tante Sinta juga sudah mulai memburu, berkali-kali ia menarik nafas panjang untuk menenangkan diri.“Jilatin dong Edo!” katanya memelas.Mulanya aq ragu-ragu juga, tapi kudekatkan juga kepalaku ke memeknya.




















