Saya pun mulai tergiur untuk merasakan bibir kewanitaan itu dengan
mulai mejilatinya secara lembut.“Achh.., achh.. Bokepindo Masukin sekarang Say..!” pinta Shebi yang sudah tidak kuasa lagi menahan gejolak
nafsunya.Mendengar itu saya tidak langsung menuruti, tetapi saya tetap saja mengigit, menjilat, meludahi liang
kewanitaannya, terutama klitoris-nya yang sudah mengkilap karena basah.“Dra.., kamu jahat..!” teriak Shebi diikuti dengan melelehnya air kemaluan Shebi yang cukup banyak dari
liang senggama Shebi, yang menandakan Shebi sudah mencapai orgasmenya.Saya jilat habis cairan kental yang keluar itu sampai tidak tersisa. “Ya udah ngga pa-pa, tapi kamu pasti datang kan Dra..?” tanya DB. “Sheb.. Truuss.. “Ah kamu bisa saja Sheb..!” kata saya yang belum tahu arti sinyal dari Shebi itu. Awal cerita saya dimulai saat saya menghadiri sebuah acara pemberian penghargaan, di sana
saya datang bersama teman saya, sebut saja Hamdan. Saya pun dipertemukan oleh Shebi dengan DB di rumah DB yang terlihat cukup mewah.




















