Dari situ kugeser lagi bibirku ke samping kakinya hingga ke mata kaki yang membuatnya menggelinjang kegelian. XNXX Sylvipun tak menolak, bahkan menggeliatkan tubuhnya waktu ciumanku berpindah dari bahunya ke sepanjang lehernya yang putih mulus. Pertama, Bapak nggak usah pulang, dan yang kedua, Sylvi pengen gantian jadi boss malem ini aja, kan Bapak biasa merintah, sekarang aku yang merintah Bapak ya,” katanya agak manja. Ingin rasanya segera kutusukkan batang kemaluanku yang tepat berada di bawah kemaluannya, namun Sylvi punya sensasi lain. “Baik boss,” jawabku lagi sambil meraih kedua kakinya yang indah itu ke wajahku dan kujilat-kujilat dengan lahap telapak kakinya. “Makasih ya..” bisiknya di telingaku sambil mengecup pipiku. Dengan cepat kupompakan batang kemaluanku yang disambut kembali dengan goyangan pinggulnya yang seksi. Sering dia aku ajak jalan, entah nonton atau sekedar ke cafe. “Cepaat masukkan,” teriaknya menahan geli. Campuran antara parfum dan keringatnya ini membuatku tak langsung menjilatinya, namun




















