Aku pun cuma mengangguk, aku lalu berbaring di sampingnya, kubelai rambutnya dengan lembut, kukecup keningnya, bibirnya, kemudian lidahku mulai menelusuri tubuhnya, kucium dadanya, pagutan demi pagutan membuatnya tampak kegelian.Kulepaskan BH-nya yang dari tadi masih menutupi gunung kembarnya, puting susunya tegak berdiri, tampaknya dia sudah sangat terangsang. XNXX kenalkan aku.. Mbak belum makan malam nih.. uuhh..”jeritnya tertahan. please!” katanya sambil memohon kepadaku, aku pun mengangguk.Mbak Lina mulai melepas bajunya satu demi satu hingga tinggal BH dan celana dalamnya saja. Beberapa saat kemudian aku merasakan sensasi enak yang menjalari tubuhku, hangat dan mulai memusat ke arah kemaluanku.“Mbak.. kamu ini gimana, katanya mau mandi, ayo buka bajunya!” katanya sembari melucuti pakaianku, aku hanya bisa pasrah saja dengan tingkah lakunya, dia pun juga menyisakan BH dan celana dalamku saja, meski tubuhku (175 cm) lebih besar dibanding dia (kurang lebih 165 cm) aku tidak banyak berkutik.Aku bisa melihat lekuk tubuhnya yang indah




















