bless.. Bokep asia Putingnya kuhisap dan kujilat. Senjataku seperti dikocok-kocoknya dalam vaginanya.Sudah lima belas menit, namun pertarungan birahi kami belum juga usai. Mau apa kamu..?” ujarnya kaget setengah mati.“Aku mau buktikan bahwa alat punyaku lebih hebat dari penis buatan itu, Ci..” jawabku dengan tegas.“Nggak.. Walaupun punyaku jadi basah, namun senjata andalanku itu langsung mengeras. Sementara tangan kanannya membuka mulut vaginanya dengan lebar. Aku punya seorang tetangga yang tinggal di seberang rumah. Kuarahkan senjataku ke mulut kemaluannya sekali lagi. ah.. ah.. Kotaknya memang masih terbungkus rapih. Untunglah ia tidak menutup pintu kamar itu sama sekali. seperti melayang di awan-awan aku dibuatnya.“Wah, sebentar lagi kalau kuteruskan bisa-bisa aku nyemprotin mani di mulutnya nih.” pikirku.Lalu buru-buru aku menyuruhnya duduk di atas penisku. Segera saja aku bangkit sambil memeluk tubuhnya yang masih ada di atas selangkanganku.“Ah.. Dan.. Maaf, Ko Teddy (nama suaminya) ‘kan pasti mau tiap malam..” jawabku sambil memandangnya.“Wah, Win..




















