Dia yang memangnya pendek terlihat lebih pendek lagi karena saat itu aku mengenakan sepatu yang solnya tinggi. “Siang Pak !” saPaku dengan senyum diPaksa
“Siang, ada perlu apa ?”
“Ini Pak, saya mau tanya tentang absen saya, kok bisa lebih padahal di catatan saya cuma tiga..,” demikian kujelaskan panjang lebar dan dia mengangguk-anggukkan kepala mendengarnya. Bokep arab sshhrrp” dijilatinya kemaluanku yang basah itu, cairan orgasmeku diseruputnya dengan bernafsu. Setelah puas aku disuruhnya naik kepangkuannya dengan posisi berhadapan. Sesekali aku melirik ke atas melihat ekspresi wajah dia menikmati seponganku. kamu kamu ini.. Kuturunkan badanku perlahan-lahan dengan gerakan menggoda hingga berlutut di hadapannya. Sebisa mungkin aku menjaga suaraku agar tidak terlalu keras, tapi tetap saja sesekali aku menjerit kalau sodokannya keras. Hhmm.. Rupanya dia masih belum puas dengan pelayananku. Namun belum sempat aku mengeluarkan penisnya, dia sudah terlebih dulu mengangkat tubuhku. Boleh juga penisnya untuk seusia dia, walaupun tidak seperkasa orang-orang kasar




















