Aku menggelinjang keenakan dengan nafas makin memburu, tanganku mencengkram pundaknya dan membelai kepalanya.“Oohh.. Bokep tobrut Tidak jarang aku memberi saran mengenai latar dan pose.Kami saling berbagi pengalaman, aku mendapat pengalaman sebagai model lukisan, dia pun mendapat banyak wawasan untuk meningkatkan bakat seninya dan tidak ketinggalan pelajaran seks dan hubungan sosial dariku.Kini Felix sudah lebih pandai bergaul, tidak sekuper dulu lagi. Aku melepaskan kacamatanya lalu menaruhnya di meja kecil sebelah ranjang. Rese amat sih, minggir sana tangannya, gua bugil di depan lu aja santai, masa lu yang cowok malu-malu kucing gini!” bentakku pelan.“Iya.. Uuhh.. Tidak sia-sia ajaranku, ternyata dia tidak mengecewakan seperti perkiraan dulu.Lima belas menit kemudian, kami berganti posisi lagi, aku telentang di tengah ranjang membuka lebar kakiku sementara dia tetap dalam posisi berlututnya diantara kedua pahaku.Sekarang dia yang memegang kendali tanpa arahan-arahan dariku lagi, kedua betisku dinaikkan ke pundaknya, tangannya turut aktif menjelajahi tubuhku.




















