Remasanku selalu bikin suamiku tak tahan, karena aku rajin ikut senam. Bokep montok Waktu itu aku mengenakan kaos agak ketat karena barusan ikut kelas yoga bersama ibu-ibu Candra Kirana. “Napa, say?” tanyanya heran. Dia sudah mau lulus SMA, yang kedua Sangga,masih sekolah SMA kelas 1. Wah, hayooo… kamu nafsu ya lihat istriku?” goda suamiku. Tapi sekarang kami lebih sering pakai kondom, atau lebih seringnya suamiku ‘keluar’ di luar. Ohhh… tiba-tiba aku sadar akan resiko dari persetubuhan ini. Anda akan mendapatkan anak ketiga”, kata dokter itu riang. Banjir mengalir dalam lobangku. Aku belum berani bilang pada Mas Prasojo. Aku juga sadar, sebenarnya kami yang salah karena bercinta dengan suara segaduh itu. “Sudah gak papa. Dan kalau pun Dik Idah hamil khan gak papa, si Sangga juga sudah siap kalau punya adik lagi”, sanggah suamiku.Jawaban itu sedikit menenangkan hatiku. Akhir-akhir ini, setelah anak-anak besar, kami berlangganan internet.Cerita Mesum Bersambung |




















