Aku tak kuasa untuk tidak menjerit pelan kala batangnya membelah bibir vaginaku. Tubuhmu sangat nikmat sekali”katanya puas.Itulah kisahku dengan tukang ledeng. Bokepindo Tapi badangnya cukup tinggi dan berisi. Aku tahu dadaku hampir setengah memcuat keluar.“Oh..eh..sebentar lagi,non”katanya gugup sambil berpura-pura bekerja terus. Dengan masih telanjang (karena dirumah tiada siapa-siapa selain kami berdua), aku mendekati lemari es. Kan non yang mencing-mancing saya”Katanya sambil mengarahkan ciumannnya keleher jenjangku. Kulihat matanya yang masih tak berkedit menatap tubuh polosku. Katanya….”Mimpi apa aku bisa ngentot dengan gadis cantik sepertimu..ahhh..hhhh”“ayo,pak sodok terus. aku tetap berkonsentrasi mengoralnya. Kemudian dia menempelkan penisnya pada bibirku dan menyuruhku membersihkannya. Aku turun ke bawah untuk membuka pintu. Apalagi kesexyan tubuhku kini terpampang jelas.“Bagus ga, Pak tubuhku pak?” tanyaku sambil mengusap perutku.




















