Perlahan aku mendekati Mbak Nida, kulihat ia menangis,“Mbak….jangan menangis, tidak ada maksud saya sedikitpun menyakiti Mbak” kataku sambil mulai menyeka air matanya dengan tanganku.Lalu pelan-pelan kupegang pun-dak Mbak Nida dan kudorong pelan dia agar berbaring di ranjang. Bokep tobrut Keluar kamu !”“Eeee….tidak segampang itu, ayolah Mbak Nida jangan marah, pi-kirkan dulu, saya satu-satunya ke-sempatan, bila Mbak Nida tidak me-makai saya, seumur-umur Mbak Nida nggak akan pernah mencapai orgasme lagi” aku mulai meng-hasutnya.Mbak Nida terdiam sebentar, aku senang dan berpikir ia mulai termakan rayuanku, tapi…“Tidak ! Kulihat Mbak Nida memelorotkan celana dalamnya hanya sampai sebatas paha. Keluar ! Tanganku masuk kedalam kolornya, lalu langsung jariku menuju ke tengah “lubang” birahinya. Aku lalu bangun, mengucek-ngucek mataku, melihat dari jendela, Tampak Mas Arif berdiri menunggu.









![Adik Tiriku Yang Pirang Dihardik Di Kamar | Dubur Mungil Dan Memek Sempitnya Dihajar Ganas | Seks Virtual Yang Menggairahkan [hasil Kecerdasan Buatan]](https://xnxxbokep.vip/wp-content/uploads/2025/11/10eaefdb053c1685764dcb0f70699c2b.21.jpg)










