Pak baksonya satu es teh nya dua” pesanku pada penjual baksoKami dudk berhadapan dipisahkan meja untuk empat orang. Bokep arab Aq merinding. Ayo sekaranggg…. Aq pun sangat terangsang. Agen BandarqPinggulku kugoyang maju mundur menimba kenikmatan. Dari leher bibirnya turun ke dada, dan..“Oogghhh, Maya… yaaahhhh…” aq mengerang ketika mulutnya menjilati puting susuku.Kudorong tubuhnya karena tak tahan dengan rangsangan yang diberikan pada puting susuku dan kemudian kugilngkan ke samping.Kusambar bibirnya. Tiba-tiba Maya menggoyangkan lututnya agak keras. Kini kami lebih leluasa mengeksplorasi tubuh kami. “Di hotel aja” sahutnya pelanKutatap wajahnya, seolah-olah tak percaya dia ngajak chek-in.Aq pun segera menghabiskan baksoku, bayar dan keluar dari warung bakso. Kalau nggak makan dulu yuk!” ajakku
“Boleh, tapi kamu yang bayarin ya”
“Jangan kuatir”Akhirnya kami berdua masuk ke warung bakso. Kuangkat tubuhnya kemudian kubopong melangkah ke arah tempat tidur. Aq saat itu memang sudah siap payung lipat karena waktu berangkat dari rumah langit terlihat gelap.




















