Ketika mendekati pintu keluar yg gelap, Hamidi meraih tangan mba Sal di depannya dan menahanya. Bokep montok Hamidi terus memilin puting payudara mba Sal sampai dia melihat tangan mba Sal kuat meremas kursi bioskop. Setidaknya dia bisa menghangatkan tubuhnya dalam suasana dingin saat itu. di rumah mba kan gak ada orang … Pliss …” rengek Hamidi sambil memegang paha mba Sal dengan lembut sampai jari-jarinya bisa menyentuh selangkangan mba Sal. “Oke mba…” jawab Hamidi singkat.Dia bangkit dan menarik tangan mba Sal. Kamu tidak kedinginan Midi?” Tanya mba Sal. “Oke … terima kasih mba,” kata Hamidi dan keluar dari mobil.Kesorean harinya sepulang kerja, Hamidi menjemput mba Sal, mereka menuju ke pusat perbelanjaan yg di dalamnya ada bioskopnya. sangat seksi gumam Hamidi. Mba.. Hamidi berani mengambil langkah berikutnya. “Oke … tapi janji jangan bilang siapa pun. Satu tangan naik ke dada dan yang lainnya ke arah selangkangan.




















