Semua itu membuat aku semakin terangsang.“Kamu suka melihatnya, Wati?” tanya Pak Kusrin sambil terus bergoyang. Aku dan Mak menangis sambil berpelukan. Link bokep Setelah melempar pakaianku ke atas tempat tidur, aku ambil selembar handuk. Selitas aku melihat air matanya berlinang. Aku malu sekali karena pantatku bisa dilihat oleh banyak orang sekarang. Kini dengan lidah dan bibirnya dia melahap memek aku. Aku pergunakan uang itu untuk biaya pengobatan Abah dan makan sehari-hari. Sekali dorong, kotol Pak Kusrin pun menerobos masuk liang sanggamaku. Aku terus bejalan tanpa mempedulikan mereka. “Masak di sini sih, Pak … Kan gak enak ditonton orang,” kataku. Yahhhhhhhhhh ….. AAAAAHHHHHHHHH …….AHHHHHHHHHHH,” kami pun berteriak bersamaan melepas semua rasa. Istrinya atau wanita lain yang sering dia setubuhi biasanya hanya diam saja menerima segala perlakuan Pak Kusrin. Aku keluar kamar dengan handuk di tangan menuju ke kamar mandi. (Aku masih menyimpan sapu tangan bernoda air mani Pak Kusrin




















