Dia diam saja, tapi tangannya meluncur ke toketku. Bokepindo Mulutnya terus merambat ke selangkanganku. Nanti aku kabari apakah aku pulang malem ini atau besok, ya sayang”, katanya sambil mencium pipiku. Aku mengerang-ngerang dengan tongkolnya di mulutku, menyuarakankenikmatan. Jarinya dengan lihai menggosok-gosok dan menekan itilku dengan berirama. Lendir dari memiawku membanjir…meleber di paha, betis dan pantatku. Di kamarku aku beberes barang2 ke koper, barang mas Hide juga kubereskan dikopernya. “Hmmhhh…enak, Mike.” jeritku. Terasa lidahnya menerobos masuk mulutku. Jilatan maut di telingaku menambah nafsuku. Ini tongkol terbesar dan terpanjang yang pernah kulihat. “Mau belanja Nes”, tanya mas Hide ketika melewati department store yang besar. Cairan memiawku membecek, meleleh turun ke paha. Tangannya pidah ke bukit memiawku mempermainkan jembutku yang lebat. Kami terlibat dalam obrolan yang seru,ngantukku langsung hilang. Aku pamit lagi dari kantor untuk cuti 3 hari.




















