Sambil melipat kakinya, ia membaca sekilas daftar menu tersebut. Bokepindo saya bukan gay atau homo”“Kok mirip gay?” Pancing Vega lagi tanpa memalingkan tatapannya dari TV.Aku langsung tahu bahwa saya harus melakukan sesuatu.“Apa? Kenaphaa? Gimana?”” Kamu emang licik, yah” ujar Vega sambil terseyum & mengangkat pantatnya dari kursi. saya mengecup bukit sebelah kiri, sementara tangan kananku meremas bukit yang sebelah kanan.“Ngghh..” ceracaunya halus. saya nggak bakalan ngapain-ngapain kok” saya berusaha meyakinkannya. Lalu ia menghempaskan pantatnya yang begitu kelihatan seksi di kursi dihadapanku.“Udah lama yah nunggunya?” tanyanya. saya mau beristirahat sebentar di kamar sambil makan makanan yang udah dipesan. saya harus lakukan sesuatu agar lebih meyakinkan wanita ini, pikirku.“OK deh, kamu boleh pilih, kalau kamu mau pulang sekarang, saya nggak bisa nganterin kamu.




















